Aku bingung harus melangkah ke mana. Mengawali hidup baru, tidak semudah hidup di tempat di mana menjadi kebiasaan yang biasa leluansa melakukan apa saja. Terlebih uang sudah mulai menipis, kebutuhan tinggi. Pikiran mulai tidak bisa diputar secerdas mungkin, seperti dulu kala hidup sendirian tanpa pendamping hidup saat ini.
Benar sekali, kata orang-orang setidaknya sebelum menikah harus punya pekerjaan. Karena menikah tidak hanya punya keinginan saja, menikmati surga dunia yang menjadi perbincangan di setiap menjelang pernikahan. Hal ini, tidak semua orang mengalami. Hanya beberapa orang saja, namun saya perlu mengingatkan kepada para pembaca agar mempersiapkan lebih matang lagi dalam berumah tangga.
Bagi yang membaca tulisan ini, mulai sekarang yang punya niat untuk menikah di hari esok mulailah untuk menabung sebagai modal usaha di masa akan datang. Atau sudah mulai membangun usaha sendiri, atau melamar pekerjaan sehingga ketika berumah tangga tidak bingung.
Hidup di rumah siapapun tidak seenak hidup di rumah milik sendiri. Entah hidup di rumah mertua, hidup di rumah milik orang tua, hidup di rumah milik saudara, pastinya lebih enak hidup di rumah miliknya sendiri. Kalau punya sendiri bisa melakukan apa saja yang diinginkan, tidak perlu itu dan ini tinggal menjaga kerukunan dalam berumah tangga dan tetangga dekat.
Saya sengaja menulis ke media ini untuk saling berbagi pengalaman. Agar kedepannya para generasi ku benar-benar mempersiapkan sebelum menuju pelaminan. Karena setelah ijab qobul diucapkan maka mau tidak mau harus maju, tidak boleh sedikitpun untuk mundur. Kalau sampai mundur sedikit saja, maka akan gagal.
Selamat membaca, dan selamat menikmati. Berbagi itu indah.
