Banyak penulis tidak mempersiapkan bahan dalam
menciptakan karya tulis, seolah-olah dirinya sudah mempunyai banyak bendahara
kata dan mempunyai banyak pengalaman. Kebanyakan
juga ketika ide muncul pada dirinya ia menulisnya sehingga ketika sampai pada
pertengahan tidak tahu mau melangkah kemana sehingga berhentilah menulis.
Ketika berhenti menulis tulisan yang ditulis bingung mau dilanjutkan atau
tidak, sehingga muncullah ide baru kemudian menulis lagi sesuai ide yang datang
pada dirinya. Menciptakan karya tulis tidak cukup hanya ketika datang ide saja.
Memang benar kata-kata sering muncul dari para penulis senior kalau ada ide
tulislah jangan sampai kabur sehingga tidak bisa mengejarnya lagi. Akan tetepi,
kemungkinan hanya pengumpulan data saja untuk dirangkai pada penciptaan karya tulis yang serius natinya. Jika ide itu
muncul dan dijadikan sebuah karya tulis yang serius otomatis ketika
dipertengahan tulisan akan merasakan
kebingungan karena munculnya ide itu sangat terbatas.
Lalu
bagaimanakah seorang penulis itu? Seorang penulis harus punya persiapan yang
matang dalam menciptakan karya tulis. Guna untuk menyelesaikan naskah yang sangat
diimpikan menjadi karya
tulis yang baik. Semua hal yang
berkaitan dengan penciptaan harus mempunyai persiapan terlebih dahulu. Menjadi
orang hebat saja persiapannya tentunya mulai dari kecil, bukan mulai waktu
dewasa. Kalau sudah dewasa tinggal menikmati saja apa yang telah dilakukan sejak
kecil. Menulis juga demikian harus mempunyai persiapan yang cukup banyak.
Persiapan
kecilnya adalah berupa pena, buku tulis, buku saku, gadget, laptop dan lain
sebagainya. Namun kebutuhan yang saya sebutkan barusan berupa gadget dan latop
bukan keharusan, karena tidak mungkin seorang penulis harus punya gadget dan
laptop,
takutnya tidak punya karena banyak penulis sukses tanpa menggunakan fasilitas
gadget dan laptop. Mereka ada yang pinjam kepada keluarganya, teman-temannya
bahkan ada yang menggunakan jasa warung internet yang sudah banyak di sekitar
kita. Jadi, kalau memang benar-benar mau menciptakan tulisan maka persiapkan apa
yang dibutuhkan. Ketika kita tidak punya persiapan baik pena ataupun buku lalu
tiba-tiba ada hal yang menarik dan penting untuk ditulis mau menggunakan apa?
Selain
persiapan yang disebutkan barusan yaitu mempersiapkan dari pembendaharaan kata
dan pengalaman serta kategori apa yang mau ditulis. Jika kita mau mencipatakan karya
tulis berupa kategori narasi (Cerpen, puisi, novel) maka harus mempersiapkan yang
berhubungan dengan kategori tersebut. Kalau mau membuat cerita pendek maka persiapannya
harus banyak membaca cerita pendek dan mengenal lebih lanjut bagaimana cara memulainya si penulis dan bagaimana gaya
penulisannya. Itu berlaku kepada semua kategori
naskah tulisan, tidak hanya berlaku pada kategori
tertentu. Kalau tidak demikian bagaimana bisa mampu menghasilkan
karya tulis yang baik namun tidak pernah membacanya. Sama halnya dengan orang
mau menanak nasi tapi tidak ada airnya sehingga tidak matang. Jadi,
membacalah sebanyak-banyaknya berkaitan dengan apa yang akan ditulis sekarang.
Jangan hanya berdasarkan ide yang datang saja. Jika menulis satu artikel
mungkin persiapannya cukup membaca buku satu minggu saja. Namun kalau membuat
buku,
membaca satu minggu tidak cukup pasalnya penulisan buku itu sangat panjang dan
membutuhkan banyak kata-kata yang harus dimiliki.
Saya
sangat setuju dengan penulis sukses yang mengatakan bahwa jika kita mau menjadi
penulis novel yang hebat maka membacalah novel sebanyakanya, jika kamu ingin
menjadi seorang penulis buku ekonomi maka bacalah buku-buku yang berkaitan
dengan ekonomi, jika kita mau menjadi seorang konselor hebat maka bacalah semua
buku yang berhubungan dengan bimbingan konseling. Maka dengan demikian apa yang
menjadi impian akan menjadi nyata.
Kenapa
saya bisa menulis? Padahal saya bukan keturunan dari penulis hebat. Mungkin
karena saya sering banyak membaca buku penulis hebat dan termotivasi dari
kata-katanya bahkan kata-katanya terserap dalam jiwa saya untuk menciptakan sebuah karya tulis. Kalau kamu membaca
tulisan ini pasti ada pertanyaan bisakah saya menulis jika saya banyak membaca.
Jangan khawatir jika banyak membaca maka mudah melakukan apa saja terkait
kepenulisan. jika pandai membaca buku tentang ilmu pengetahuan alam maka mudah
untuk menciptakan artikel dan buku yang berkaitan dengan ilmu tersebut.
Jadi menulis artikel itu butuh
persiapan bukan ketika ide itu datang kemudian menulis artiekl secara serius
itu hanya pendukung saja untuk diikut sertakan pada naskah tulisan yang mau
ditulis. Pesiapkan lebih matang jika mau menciptakan karya tulis yang baik dan
dapat dinikmati siapa saja. Setiap apa yang kita buat dan sudah ada persiapan
sebelumnya maka hasilnya akan baik dan luar biasa.
